Kenapa Saya Menyukai Teh (Tanpa Gula)

Teh, seperti juga kopi, adalah minuman yang akrab sehari-hari dilidah manusia di muka bumi ini. Mungkin sebelum muncul minuman soda, sirup, atau minuman berbahan rempah dan buah lainnya, teh adalah jenis minuman pertama yang must have disetiap keluarga.

Seperti bangsa Jepang terkenal dengan teh hijaunya, masyarakat negeri kita pun sudah terbiasa meminum teh sejak dulu. Paling tidak, dalam cerita silat seperti Wiro Sableng atau Tutur Tinular, sering dipakai kata ‘sepeminuman teh’ untuk mewakili suatu rentang waktu.

Di kampung saya pun di selatan Parahyangan, terhampar bukit-bukit perkebunan teh yang berusia ratusan tahun, dan melewati masa penjajahan Belanda dan Jepang. Karenanya, khususnya kami orang Sunda, teh adalah minuman wajib sehari-hari seperti halnya air putih.

Teh sangat bermanfaat untuk kesehatan karena dipercaya sebagai anti oksidan.

Sedari kecil saya terbiasa minum teh, sebab di rumah, seperti halnya kebiasaan di daerah Sunda, teh disediakan setiap hari dalam sebuah poci atau teko yang besar. Bahkan teh-nya adalah hasil petik dari kebun sendiri. Berbeda dengan kebiasaan orang Jawa, orang Sunda menikmati teh tanpa gula.

Maka ketika saya tinggal di Yogyakarta pun, saya tetap terbiasa meminum teh, dan tanpa gula. Disamping karena kebiasaan, saya menghindari Penyakit Gula, dan tidak ingin seperti almarhum Ayah saya. Meminum teh adalah sehat, apalagi tanpa gula. Teh, adalah minuman wajib saya untuk menemani aktifitas setiap hari.

Teh racikan yang enak menurut saya diantaranya adalah teh buatan kawan, Argamoja. Sayang Angkringan-nya saat ini sudah tutup.

Lalu kemudian beberapa waktu lalu, teman saya di Ponjong pamer Teh Pokil alias Blontea yang menurutnya bercita rasa istimewa. Hmm jadi penasaran, sebab kawan satu ini selalu tahu yang terbaik dan penikmat teh juga seperti saya.

Ketika kami saling pamer foto suguhan yang ada di meja kerja kami masing-masing, di suatu pagi, Pakdhe Jauhari ini menyarankan saya menulis tentang teh, yang dengan cara inilah Pakdhe Blontankpoer sang peracik Blontea dapat tersenggol hingga mengirimkan #TehPokil istimewa ini ke rumah saya.

Hmmm, tak sabar menikmati teh yang rasanya ‘ngancani‘ ini disetiap pagi saya.

Advertisements

Sahabat Memberikan Yang Terbaik

Ini adalah posting pertama blog ini. Setelah sekira 2 bulan lalu membeli domain dan mengangkatnya ke hosting WordPress.com.

Sebagai seorang blogger dan wirausaha online, saya menulis dan memiliki banyak blog, tentu saja. Bahkan blog untuk urusan internet marketing ada kiranya 20-30 blog saya kelola per tahun.

Namun, justru blog pribadi, yang benar-benar saya tulis sebagai daily thought keseharian, diluar bisnis, justru tidak ada. Karena alasan itu, lalu akhirnya saya punya blog ini.

Kembali ke judul.

Kita semua tentu memiliki seorang sahabat. Sahabat waktu kecil, sahabat sekolah, sahabat kuliah, sahabat nongkrong, sahabat di tempat kerja, atau sahabat sekaligus relasi bisnis.

Sahabat tak beda dengan teman, namun sahabat lebih diartikan teman yang terdekat. Sahabat, ada juga yang berupa benda yang selalu bersinggungan dengan kita setiap hari. Yang kita takkan bisa tanpanya. Handphone atau Laptop bagi pekerja digital seperti saya, atau cangkul bagi petani, atau sepeda motor bagi tukang ojek.

Saya pencinta gadget. Selain senang ngoprek-ngopreknya, gadget juga mendukung pekerjaan.

Salah satu yang disukai adalah fitur kamera. Ketika menemukan momen menarik dalam keseharian, saya mengabadikan dengan memotretnya. Bisa untuk bahan tulisan atau bahan sharing di Social Media.

Sudah lama saya mengidam-idamkan sebuah gadget terbaru yang dapat menjadi teman terbaik saya. Fiturnya yang istimewa dan dijamin sangat membantu aktifitas. Terlebih, karena racun dari teman-teman untuk memiliki gadget ini.

Sebuah iPhone dari keluarga Apple. Gadget iPhone 4S, keluaran terbaru saat ini, akhirnya saya miliki. Ini merupakan pemberian terbaik untuk saya. Dengan semua kecanggihannya, gadget ini dipastikan akan juga menjadi sahabat terbaik.

Sahabat memberikan yang terbaik.

Gambar header diatas tulisan ini adalah diambil memakai iPhone 4S saya ini, pagi hari, dari lantai 2 rumah kami. Hasil tangkapan kameranya istimewa, sebagus suasana pagi itu.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.