Sewa Badut, Meriahkan Acara Ultah si Kecil

Sebagai orang tua, kita pasti ingin menyenangkan hati anak-anak kita. Masa kanak-kanak yang bahagia, adalah hal terpenting yang dapat menjadikan anak menjadi pribadi yang positif dan optimis kelak ketika dewasa.

Contohnya adalah acara peringatan ulang tahun. Biasanya merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak, dimana dia diperlakukan istimewa dihari itu, dihadiri teman-temannya, dan menerima kado dari banyak orang.

Memperingati hari ulang tahun anak kita, bisa dimanfaatkan juga untuk memberikan penghargaan atas prestasinya, misalkan nilai ulangan yang bagus, rangking kelas, juara renang, atau hal positif lainnya. Yang terpenting, acara ulang tahun tidak dijadikan ajang untuk memanjakannya.

Berikan Penghargaan Bukan Memanjakan

Acara ulang tahun tidak perlu bermewah-mewah dan serba mahal. Mengajaknya makan bareng angota keluarga diluar, itu juga sudah cukup, utamanya adalah perlihatkan perhatian anda kepadanya.

Jika kemudian anda berencana merayakan ulang tahun si kecil dengan mengundang teman-temannya, dengan budget terbatas namun ingin meriah, well, sewa lah badut. Serius. Bulan lalu kami merayakan ultah gadis kecil saya yang ke-9, cukup meriah, anak saya terlihat senang, kantong saya pun tak perlu dirogoh dalam-dalam karenanya.

Saya berfikir, gimana supaya acara ultah anak saya bisa berkesan baginya. Tidak sekedar seremonial, pesan orang tua, baca do’a, tiup lilin, potong kue, terima kado, makan, selesai. Suatu ketika, saya melihat sebuah iklan sewa badut, sulap dan MC untuk acara ultah. Cukup 300 ribu, dijamin meriah!

Nah, singkat kata kami memakai jasa-nya. Acara dari awal, sudah dihandle oleh MC yang kocak, suasana-pun hangat. Kami orangtua dan keluarga tinggal duduk manis. Sang MC sudah terbiasa membawakan acara dengan baik, tamu kami pun, para orang tua dan anak-anaknya dapat dilayani dengan layak.

Setelah semua seremonial biasanya, selanjutnya si anak-anak pun diserahkan penuh kepada MC, kita para orang tua cukup duduk menyaksikan ‘hiburan’ saja.

Kemeriahan pun bertambah saat si Badut keluar dan bergabung. Kocak habis, plus ada sulap-sulapan yang disukai anak-anak. Acara berlangsung sampai 2 jam lebih. Dan anak-anak pun puas.

🙂

Jasa Badut, Sulap dan MC 300 Ribu Rupiah Dijamin Meriah!

Kami sendiri, orang tua merasa puas, acara anak saya meriah, anak saya suka, dan teman-temannya pun senang. Dengan budget ringan, 300 ribu rupiah, sudah dapet MC, si Badut, atraksi sulap dan peralatannya. Kita sediakan juga beberapa bingkisan untuk diberikan kepada anak yang mau maju saat atraksi sulap. Cukup berupa buku tulis atau alat tulis, anak-anak sudah senang.

Bagi anda yang domisili di Yogyakarta berencana merayakan hari ulang tahun anak anda, ingin meriah dengan budget ringan, dapat memanfaatkan jasa Badut om Panjul ini beserta MC-nya. Silahkan kontak Mas Agus (Badut Panjul) di nomor HP 0857 1664 8404 atau 0274 923 2431. Orang nya baik, silahkan ditawar.

🙂

Ohya, soal tempat, bisa dirumah, di sekolah, di Panti Asuhan, atau di sebuah tempat makan. Ada tempat cukup dan diperbolehkan membuat ‘keributan’ sebab jika ada pengunjung lain mungkin bisa terganggu dengan sorak-sorai anak-anak. Di Jogja banyak terdapat tempat makan yang enak dan murah, serta memiliki tempat cukup untuk acara-acara semacam ulang tahun.

Kami kemarin bertempat di Gubug Resto daerah Ringroad Timur, atas rekomendasi seorang teman. Tempatnya luas, variasi makanannya lengkap, enak dan murah. Dan lagi Badut Panjul ini sering tampil disana, sehingga dapat meminjam sound system portabel milik restoran dengan gratis 🙂

Alamat Gubug Resto di Komplek Ruko Tandan Raya, Jalan Wonosari KM 4,5, Ring Road, Banguntapan, Yogyakarta. Bisa dicek venue-nya di tautan Foursquare ini atau peta dibawah.


Bahagiakan masa kecil anak-anak kita, tanpa harus memanjakannya dengan kemewahan, supaya kelak menjadi pribadi yang terbuka, optimis dan positif. Lalu balik membahagiakan  serta mengurus kita sepenuh hati ketika kita renta nanti.

Disclaimer: Ini adalah honest review, saya tidak ada hubungan bisnis dengan Jasa Badut Panjul maupun Gubug Resto.

Advertisements

Kenapa Saya Menyukai Teh (Tanpa Gula)

Teh, seperti juga kopi, adalah minuman yang akrab sehari-hari dilidah manusia di muka bumi ini. Mungkin sebelum muncul minuman soda, sirup, atau minuman berbahan rempah dan buah lainnya, teh adalah jenis minuman pertama yang must have disetiap keluarga.

Seperti bangsa Jepang terkenal dengan teh hijaunya, masyarakat negeri kita pun sudah terbiasa meminum teh sejak dulu. Paling tidak, dalam cerita silat seperti Wiro Sableng atau Tutur Tinular, sering dipakai kata ‘sepeminuman teh’ untuk mewakili suatu rentang waktu.

Di kampung saya pun di selatan Parahyangan, terhampar bukit-bukit perkebunan teh yang berusia ratusan tahun, dan melewati masa penjajahan Belanda dan Jepang. Karenanya, khususnya kami orang Sunda, teh adalah minuman wajib sehari-hari seperti halnya air putih.

Teh sangat bermanfaat untuk kesehatan karena dipercaya sebagai anti oksidan.

Sedari kecil saya terbiasa minum teh, sebab di rumah, seperti halnya kebiasaan di daerah Sunda, teh disediakan setiap hari dalam sebuah poci atau teko yang besar. Bahkan teh-nya adalah hasil petik dari kebun sendiri. Berbeda dengan kebiasaan orang Jawa, orang Sunda menikmati teh tanpa gula.

Maka ketika saya tinggal di Yogyakarta pun, saya tetap terbiasa meminum teh, dan tanpa gula. Disamping karena kebiasaan, saya menghindari Penyakit Gula, dan tidak ingin seperti almarhum Ayah saya. Meminum teh adalah sehat, apalagi tanpa gula. Teh, adalah minuman wajib saya untuk menemani aktifitas setiap hari.

Teh racikan yang enak menurut saya diantaranya adalah teh buatan kawan, Argamoja. Sayang Angkringan-nya saat ini sudah tutup.

Lalu kemudian beberapa waktu lalu, teman saya di Ponjong pamer Teh Pokil alias Blontea yang menurutnya bercita rasa istimewa. Hmm jadi penasaran, sebab kawan satu ini selalu tahu yang terbaik dan penikmat teh juga seperti saya.

Ketika kami saling pamer foto suguhan yang ada di meja kerja kami masing-masing, di suatu pagi, Pakdhe Jauhari ini menyarankan saya menulis tentang teh, yang dengan cara inilah Pakdhe Blontankpoer sang peracik Blontea dapat tersenggol hingga mengirimkan #TehPokil istimewa ini ke rumah saya.

Hmmm, tak sabar menikmati teh yang rasanya ‘ngancani‘ ini disetiap pagi saya.