Fanatisme Klub Sepak Bola di Dunia Maya

Sikap fanatisme yang berlebihan terhadap klub-klub atau kesebelasan sepak bola, sedari dulu terjadi dalam realita sehari-hari.

Terkadang sikap tersebut kerap kali menimbulkan persinggungan hingga permusuhan yang kadang kala kalau dinalar sungguh konyol dan tak ada untungnya. Mati akibat tawuran selepas nonton sepak bola? Well, sorry to say, Bodoh.

Saya pernah melihat seseorang memakai kaos bertuliskan sumpah serapah terhadap komunitas fans sebuah klub lokal dengan bahasa kasar. Ya, saya setuju don’t judge the book from its cover, tapi sulit bagi saya untuk tidak menilai seseorang dari pakaian yang dia kenakan dengan kaos seperti ini.

Kini di dunia online, fanatisme berlebihan yang dipertontonkan dengan komentar-komentar dan ‘perilaku virtual’ tidak cerdas juga kerap kali ditemukan.

Coba anda masuk ke salah satu portal berita terbesar, dan baca sebuah berita hasil pertandingan sebuah klub sepak bola, entah itu klub lokal atau negara luar. Lalu baca komentar-komentar dibawahnya, anda akan menemukan sebagian besar isinya adalah sumpah serapah, olok-olok, perang kata-kata, dan argumen konyol yang dikeluarkan seperti layaknya seseorang mati-matian membela harga dirinya.

Seorang kawan bercerita, pernah dimaki-maki follower twitter-nya dan mengancam untuk unfollow karena nge-twit skor sebuah pertandingan bola. Mungkin klub kebanggannya kalah waktu itu.

Hadeh.

Saya senang menonton sepak bola, dan menyukai sebuah klub tertentu murni karena enak melihat cara bermain di lapangannya saja. Terkadang berkomentar di social media seperti Facebook dan Twitter bersama teman-teman lain tentang kekalahan atau kemenangan klub favorit saya, hanya sebatas berkelakar saja.

Pernah nemu status orang dengan komentar sangat panjang sekali, sahut-sahutan adu argumen hanya karena sebuah pertandingan bola.

Sekali lagi, hadehh.

PS: saat ini menjagokan Manchester City di Liga Inggris dan FC Barcelona di Liga Champion. Piss bagi pendukung tim lain heuheu.